kita bukan kawan!! no one can beat us!!

Senja Ini

Alhamdulillah, tanpa terasa 5 bulan sudah aku berada di sini. Tersisa 5 bulan lagi ke depan. Segala puji milik Engkau ya Allah.. atas segala nikmat yg tak mampu kuhitung dalam bilangan satu dan dua.
Rabb, terima kasih atas kesadaran akan dosa-dosa lalu. Semoga dengan itu aku mampu bertahan dan kembali padaMu.
Rabbana, irahmnaa ya Allah.. karena hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami berharap.
Titian waktu ini begitu membuatku sadar, merengkuh sujud, merenda harap. Syukurku atas hadirMu di setiap resah, setiap simpang, setiap cita yang terbentang. Ya Allahu yaa Kariim. Segala puji adalah milikMu.

Ijinkan aku menepi di senja ini, aku berharap Engkau ridho atas keberadaanku hingga kini dan nanti. Ijinkan aku menjadi hamba yang shalih, anak yg mampu berbakti pada kedua orang tua.. seorang berilmu yang mampu mengamalkan ilmunya.. seorang pemimpin yang mampu mengarahkan pengikutnya ke jalan cahayaMu..

Ya Tuhan kami, bimbing kami.. ampuni jika selama ini kami sering lalai.. aku serahkan padaMu. Semoga senja ini membuatku makin dekat denganMu.

28-02-2008

Menjadi Kakak

boleh.

piyo ikut lomba itu.

pas banget. coz piyo mang lagi merhatiin masalah film indonesia.

bantu dana?

boleh=)

hmm, syaratnya boleh juga.

kapan dana mencair?
jumlah terserah donatur. kalo kurang, ntr laporan. hehehe.
bo’ong ko. diusahakan cukup berapapun yang a kasih.

makasih a.
lucky for me, have a nice brother like u=)

Itu adalah jawaban dari adik perempuan saya satu-satunya. Atas e-mail yang saya kirim terkait lomba penulisan artikel dg hadiah total 9jt-an yg diselenggarakan oleh temen-temen saya di (lupa)..

yang ingin sy ceritakan adalah, bahwa tidak mudah menjadi kakak. terlebih bagi adik perempuan. entahlah, mungkin karena sy playboy kali, jadi sy khawatir kena hukum karma.. hehehehe… tapi, itu dulu..

sekarang liat baris terakhir dari surat adik saya (bukan sy yg nambahin looo..), perlu 3th lebih untuk bisa mengembalikan kedekatan sy dg adik sy yg satu ini.. hohohoho..

banyak perkara emang ni anak.. gmn aja kakaknya.. pada intinya, tidak mudah menjadi kakak.. hahahaha

prima, yang saat ini adiknya bertambah satu.. hmm aku gi ngebayangin aja, adikku ntar nambah cewe dua, laki satu.. plus kakak laki.. hahahhaha

wuelehhhh..

TERUMBU KARANG.. sbuah kado buat adik2ku smua.. kakakku juga..
semoga engkau mengerti..

Lantas

Klo bicara tentang kebutuhan sehari-hari di Indonesia berapa?
buat orang seperti saya, 300rb rupiah cukup buat sebulan. Itu sudah termasuk bensin, tapi belum cicilan motornya :)

Klo penghasilan minimum di Indonesia berapa?
tergantung ya, setiap kota berbeda, tapi di Indonesia, 1000 rupiah perjam orang masih mau. jadi, katakan dia kerja 8 jam, sehari dia dapet 8000 rupiah. 20 hari kerja, maka sebulan 240rb rupiah. Lumayan kan..

Apakah di Indonesia memiliki asuransi atau sebagainya?
di Indonesia bukan sesuatu yg harus pny asuransi, yang punya asuransi (askes) saja masih sering tidak dilayani.. yang penting itu ada duitnya..

Apakah tiap orang memiliki tax number (semacam NPWP)?
sulit menjawabnya, tapi begini, pegawai pemerintah wajib memiliki NPWP, badan2 usaha milik pemerintah pun bgitu, tapi tidak begitu di kalangan konglomerat. karena jarang inspeksi kali ya,, dan lagi gada sangsi yang tegas, dan selain itu, tidak bgitu ngaruh, punya atau tidak NPWP klo Indonesia.. klo bisa menghindari pajak, kenapa tidak??

Bagaimana tentang pendidikan?
kami dididik dengan uang, kalau tidak ada uang, sulit bagi kami untuk masuk sekolah, apalagi kuliah. tapi sampai sekarang saya masih bingung.. untuk apakah saya sekolah? sekedar nyari uang? heheh, tutup lubang gali lubang kali ya..

Bagaimana hubungan bapak-ibu dengan anak-anaknya? usia berapa anak bisa lepas dari orang tuanya?
jauh berbeda dg Belanda, di Indonesia, remaja dimanjakan dengan berbagai fasilitas. tapi itu bagi yang orangtuanya mampu, klo yang tidak ya, hehe sama kayak saya.. mandiri lebih awal..

dari wawancara di atas kira-kira yang ingin saya simpulkan apa ya?

Satu Lagi

   "Entahlah, angin puncak berhembus lagi.."

Hari-hari tentang cinta dan realita membuat aku sedikit kebal. Kebal terhadap ragam ujian dan godaan untuk mendua, atau lari dari rasahati. Realita mengajarkanku bijaksana memahami cinta  sebagai kebahagiaan yang tak bisa tergantikan. Tergantikan waktu, terpisahkan jarak dan batas-batas kekurangan. Cinta sepertinya bisu, meski hatinya tak sekeras batu.Phot0042

Perlahan satu-satu rintik nyata menyadarkan kehadiran yang kini tiada. Ada rindu. Ya, rindu itu buah cinta. Lantas kenapa harus menyalahkan rasa rindu yang merintik dan kadang membasahi jalanan dan rerumputan yang kering.

Gelisah dan basah itu biasa, selama dipahami dalam kehangatan cinta Sang Pemilik Hujan. Karena banjir bukan karena takdir Tuhan, melainkan ulah sang makhluk juga. Mari lihat tanah longsor yang seringkali terabaikan mata, karena longsor itu bermula dari hati kita yang tandus akan kehadiran cinta. Cinta yang terselubung dalam keangkuhan rasahati.

Sahabat, berulang kali rintik-rintik hujan dan tanah becek menjadi ajang berkeluh diri. Tapi, jarang jadi objek renungan. Lagu Ebiet G. Ade pun seperti hanya jadi penghibur lara, bukan ingatan yang hangat. Apakah kita akan membiarkan hujan ini jadi gundah selamanya?? Padahal, di belahan lain (masih Indonesia) tanah kering kerontang tak disapa hujan ataupun rintik basah. Sedang mereka memuja Tuhan melebihi apa yang kita lakukan. Ini nyata.

Satu lagi, cinta ini mengajarkan aku untuk memahami kehadiran hujan dan rintik-rintik kerinduan. Sesaat rasanya aku merasa bahwa dunia ini abu-abu. Karena di batas hitam-putih, rasahati adalah tak karuan.

Ada harap-harap cemas, kapankah rindu ini menebal dan jadi aksi nyata. Bahwa aku tak ingin membuat cinta menunggu lama, seperti aku yang ingin menjadi figur hati yang nyata. Membenahi kelabu dan memisahkan antara hitam dan putih. Karena cinta ini semestinya hanya Ia yang punya. Semoga tak lagi salah arah. Semoga tak lagi membawaku pada kemunafikan rasa dan ketersesatan jalan. Kusadari pendakian ini masih setengah jalan, dan angin hilir-mudik membawa berita dari puncak. Ada badai di depan, katanya.

Menjadi Diri Sendiri

Orang bilang aku brengsek, aku jawab iya.

Orang bilang aku bajingan, aku bilang iya.

Orang bilang aku ANJING, kali ini aku jawab bukan. Aku hanya
manusia, punya bejat, punya hajat. Tapi aku bukan anjing. Aku bukan penjilat
berak sendiri. Aku masih punya malu. Aku punya cinta, dan tak menyalak sekenanya.

Aku manusia, jawaban terlugas yang tergores di hati. Orang
boleh memaki, tapi rasahati adalah bijaksana. Sebagaimana isihati yang tak bisa
dibohongi, dibodohi, dijinakkan dengan sekerat daging ato sedikit aroma daging.

Menjadi diri sendiri adalah sebuah pilihan untuk
memanfaatkan setiap potensi yang dimiliki, bukan hanya untuk dinikmati sendiri.
Bukan pula untuk diumbar tanpa makna. Setiap orang berbeda, setiap orang lahir,
tapi pilihan untuk jadi dirinya ato tidak. Silakan, orang bilang ANJING. Tapi,
sadarilah anjing menyalak pun pilih-pilih.

Jangan pernah samakan isihati dengan anjing dihatimu. Karena
kita dilahirkan-sekali lagi-bukan sekedar untuk dimatikan. Bicaralah, tapi
jangan meng-ANJING-kan apa yang telah ditentukan Tuhan untuk terlahir sebagai
manusia.

Phot0082_1

Orang bilang aku brengsek, aku jawab iya.

Orang bilang aku bajingan, aku bilang iya.

Ini adalah semangat dalam setiap resah yang menyalak. Bahwa kita
dilahirkan tak sekedar untuk diam. Ada saatnya kita mesti menjadi. Kita diberi
indera untuk belajar memahami, mendengar, melihat dan mengambil faedah atas
kehadiranNya. Tuhan yang masih saja-kita sembunyikan dibalik kesombongan kita.
Brengsekkah aku? Ato brengsekkah KITA??.

Segala ketikan jemari yang kelabu, mengantarkan khayalan
setengah padu menjadi pembenaran semu. Bajingan-kah kita jika Tuhan telah kita
pindahkan dari alam Ghaib ke tengah hiruk-pikuk pekerjaan kita yang tak
usai-usai. Memindahkannya ke dalam goresan cita yang tak satupun berlabuh pada
keridhaanNya.

Tapi, aku bukan ANJING. Aku hanya manusia, yang coba
menjadikan pertemuan dengan Tuhan sebagai satu-satunya cita-cita hidup dan
alasan untuk menjemput kematian dengan sikap berani dan penuh mawas diri. Karena
aku tahu, menghadapi kehidupan ini adalah satu-satunya jalan untuk bisa sampai
pada kematian yang indah. Bukan kematian yang bodoh. Maka, sekali lagi. Aku
bukan ANJING.

Silakan memilih diam, karena kematian itu pasti datangnya. Tapi
memilih menjadi diri sendiri-meski orang bilang apa-adalah pilihan bijak untuk
menghadapi hidup dan selangkah memenuhi panggilan kematian. Aku bisu, tapi aku
takkan berhenti bicara. Aku buta, tapi aku tak mau salah jalan.

Maafkan aku Tuhanku, jika orang-orang lebih memahami
ke-ANJING-anku ketimbang memahamiMu.
Ampuni mereka, ampuni aku pula yang jadi bagian alasan mereka meng-ANJING-kan kemanusiaanku. Hanya padaMu, aku bersujud.

belajar cinta



tak perlu bertanya pd siapa lagu ini ditujukan, sy sadar byk yg berharap.. smoga g kterlaluan.

Aku sayang kmu..

bahwa mencintai alam adalah juga mencintai penciptanya,,

PhipetPHIPETALA, nama itu masih ada di hati dan hari2 saya. Memaknainya sama dengan nafas yang terhirup di hari2 saya sejak akhir 2002 dari sebuah lembah, cakrabuana. Pendidikan dasar Anggota Madya PHIPETALA, hanya tiga hari memang. Namun, sampai saat ini tiga hari itu masih terasa nyata. Suasana itu masih berbekas jelas di hati dan selamanya takkan hilang.

Banyak orang bertanya saat itu, kenapa -dengan sekian organisasi yang telah saya masuki- malah masuk PHIPETALA. Apa ga cukup gitu? kata orang2. Apa ga cukup sibuk? Apa ga cukup lelah?. Apa tujuannya sih?. Dan semuanya terjawab waktu.
  Pernah suatu ketika ada seorang sahabat (wanita) menangis di balik tirai sebuah ruang berkaca, melihat saya ditampari, dipukul dan ditendang di tanah lapang beratap terik matahari. Pernah juga suatu ketika seorang guru terpana, melihat saya dalam situasi yang sama. Kenapa harus seperti itu, tanya mereka. Hanya senyuman yang dapat saya berikan untuk menjawab setiap pertanyaan mereka.
PHIPETALA, rona itu masih teringat hangat. Rona lelah, rona bimbang, rona-rona hormat dan bersahabat.
Banyak hal yang saya dapat dari PHIPETALA, hampir setiap moment bersamanya menciptakan kenangan indah. Saya tidak ingin bercerita tt asal mula saya masuk PHIPETALA, karena alasannya sederhana dan bakal ga rame klo dibilangin.
Danau_segaranak_1 Sejujurnya saya juga malu, karena tak banyak yg saya lakukan buat almamater ini, terlebih saya ga kebagian diamanahi jadi pengurus. karena ya, itu. saya masuk PHIPETALA pada tahun ke-2, jadi tahun ke-3 saya dah off.

  1. FOKUS, karena kebetulan saat itu saya punya amanah jadi Ketua Seksi V OSIS, juga Purna Paskibraka Kota Tasik, dan KaBid Kegiatan dan Operasional Ambalan Satya Karya Laksana. Ketiga-tiganya saat itu sedang melaksanakan kegiatan, dan di setiap tempat saya memiliki amanah yang berbeda2. Dan sejak saat itu, saya bisa fokus dalam memposisikan diri di setiap amanah yg saya pegang. Pun ketika diamanahi jadi KaBEM KEMA Polban, juga di Ketua Pembinaan Mentor ZISWaf Yayasan Percikan Iman dan lainnya. Indah..
  2. NAVIGASI, kadang saya berjalan sekenanya. Suka-suka, asyik-asyik. Kemana kaki melangkah, di sana jiwaraga sampe. He3.. tapi tidak lagi, sejak malam pertama saya di Cakrabuana. Saya butuh navigasi yang akan mengarahkan saya pada pertemuan-Nya yg tanpa halang. juga di setiap cita dan pengharapan yang saya canangkan.
  3. KEBERANIAN, saya bukan pengecut, hanya kadang tiap kita punya ktakutan tersendiri. Saya paling sulit melawan kelemahan diri, sejak saat itu juga saya mulai berani melawan kelemahan saya keraguan diri. Terbukti saya dua kali refling di airterjun yg tingginya ga kurang dari 20 meter.
  4. SETIAKAWAN, bukan pula karena sy tidak setiakawan, ini terlebih tt tau-sama-tau kelemahan kawan kita, sehingga kita tau juga dimana kita mesti bantu dia. mungkin fisik, mungkin yang lain. Inget tt si Togel, kawan2?? si Abok, Si Kuncup, hanya contoh.
  5. PHILOSOFI PECINTA ALAM, mungkin ini yang agak nyeleneh. saya menemukannya sendiri, bukan atas makian, tamparan dan sgala kontak suara dan fisik. saya menemukannya pada barisan shalat berjama’ah kawan2 seangkatan. Badan boleh berlumuran lumpur, bengkak-bengkak. Tapi kami tetap bersujud bersama padaNya. Yang Maha Pencinta, Sang Pecipta Alam. Orang_nyasar_1Dan sejak saat itu saya mulai mendaki demi meraih cinta-Nya, ridho-Nya dalam setiap desah nafas pendakian, dalam balutan dingin suasana puncak. bahwa mencintai alam adalah dengan mencintai penciptanya, mencintai Pencipta Alam adalah dengan mencintai alam ciptaanNya.

Maka hampir enam tahun dari saat itu, syal orange itu tetap menjadi lambang kukuh sebuah pengharapan dan keteguhan janji. Tentang janji untuk senantiasa pulang dengan selamat. Karena ketika kita pegang filosofi tadi, maka puncaknya bukan pada titik tertinggi gunung yang kita daki, melainkan erletak pada sejauh mana kerja terbaik yang kita berikan dalam pendakian ini. Sebaris sederhana, adalah mendaki bukan untuk menaklukan alam, tapi untuk bisa pulang dengan selamat.

salamhangat,
~pendaki

Tentang Kebusukan

ya, gimana,, da bangkai tikus serapet apapun ditutup mesti kecium juga,, mo
bilang ga apa juga sama aja,, yang diperlukan adalah kedewasaan sikap,,
kesabaran dan kelapangan hati,, karena ternyata ini dunia manusia,, bukan dunia
para dewa,,

sejarah dari masa ke masa punya
kebusukan sendiri,, lantas apalah arti
seorang diri?? seorang pribadi yang
menyatakan sebagai insani..

stiap nafas adalah sejarah,, semestinya,
selama kita punya sikap, punya visi,,
tak harus, tapi perlu,, karena kita
dilahirkan bukan untuk dimatikan,,

stiap nafas adalah ujian,, sjauh mana
kita bisa bawa kebusukan kita ke titik
minimum,, ke titik yg menjadi wilayah
pertaubat an,, terus dan terus,, sperti
batu di kali,, terkadang nyempil
kotoran,, terkadang nyempil kebusukan2,,

bgitupun hati,, apalagi sosok manusia,,
ini buka napologi,, bukan sekedar pembenaran atas nama manusia biasa,, ini hanya renungan,, tentang bangkai tikus di sudut hati,,

tt noda pada bingkai ikhlas hati,,

dan pernah kita menangis tanpa pernah
paham mengapa, pernah hati singgah di
lain hati juga karena entah mengapa,,
tapi sgalanya kembali pada muara Yang
Maha Hidup,, Yang Maha Mengetahui isi hati,,

maafkan aku wahai Tuhanku,, atas
kealpaan hati, dan segala desir
kesombongan yg menyirat dan menyeruat
jadi berkas hitam di wajahku nan kusam,,

segala tt kebusukan hanya ingin
kukembalika n padaMu, Yang Maha Tau,,

pendaki an ini hanya untukMu,, sebatas bentuk pencarian kasihMu,, yang
seringkali kunamakan rahmat,, karena lelah ini pada akhirnya bisa tersiakan
jika tak bermuara pd hangatMu,,

Rabb,, btapa busuk adalah kehinaan,, ijinkan kami bersihkan dg sebaris istighfar ,, smoga ini dapat menyampaikan
kami pada naunganMu yg tanpa halang,,

maka , basuhlah,, sebusuk apapun,, muara itu akan ttp jernih,, sebusuk apapun..

busuk,
busuk,
dan tengadah ini adalah harapan,,

pembelajaran tt ikhlas dan kehilangan,,
pembelajaran tt cinta dan kehidupan,
pembelajaran tt harapan dan perjuangan,,

seperti siti hajar yang terus berlari di
antara bukit shafa dan marwah,, tak ada
yg lain hanya muara jernih bernama
ketaatan, ,

astaghfirul lahal’adziim wa atuubu ilaih,,

sebuah nasihat pada jiwa yg kering,,
dekap hangat,,
~bernama kawan

Belajar lagi

Mr_jenggot
ya, pada akhirnya kita adalah bodoh..

maka, tetaplah lapar dan tetaplah bodoh..

belajar dan berbagi di http://rijal28.wordpress.com

bagi kita yang terlanjur dikatakan manusia..

maki aku, benci aku, tp Tuhan tlah memilihkan jalan,
bahwa kita terlahir sbg manusia,

nikmati dan jalani.. jgn memaki Ia.

Next Page »